Sunday, 26 June 2016

Teman Lama Ku

     Teman Lama Ku 



1

     Ahmad Julnaidi baru sempat membeli telur yang disuru oleh Bu Eli, Bu Eli salah satu wanita yang lumayan cantik,badannya yang lumayan tinggi dan kulitnya yang agak sawo matang, Dan dia juga adalah ibunya si Ahmad Julnaidi, ibunya itu lumayan galak dan suka tidak sabaran itu menunggu si Ahmad pulang dari warung yang berada lumayan jauh dari rumah si ibu itu.
    Setelah berjelang 12Menit, Ahmad pun pulang membawa telur pesanan sang ibunya. "Permisi bu,Ahmad pulang" anak sang ibu pun pulang sambil membawa telur pesanan sang ibunya. Suaranya agak sedikit berat dan ceria. "Kamu kemana lama sekali, ibu sudah menunggu pesanan telur mu itu" kata sang ibu, yang sudh menunggu didepan pintu rumah, sambil duduk. " Maaf bu, Ahmad Lumayan Telat karena ramai sekali diwarung " jawab si Ahmad dengan santainya, tak menghiraukan ibunya yang 1/2 emosi itu, setelah memberikan telurnya kepada sang ibu, Setelah itu Ahmad pun meminta izin kepada sang ibu untuk pergi bermain bersama temannya.
     "ibu, apakah saya boleh bermain bersama teman ditaman, mereka sedang bermain bola" cakap si anak dengan santai dan berharap permintaanya disetujui oleh sang ibu. Karena sang ibu sudah senang mendapatkan telur yang dia ingginkan, dan akhirnya ibunya mengijinkan untuk membolehkan dia bermain bersama temannya ditaman.
     Ahmad pun berangkat ketaman dan inggin bermaon sepak bola bersama temannya, tetapi dijalan dia bertemu seseorang yang dia kenal sudah lama "Oyy di, dari mana saja kamu, sudah lama tidak terlihat" berkata Ahmad sambil berlari kearah temannya Adi. " oh ahmad, ternyata kau sudah besar, dan sepertinya sehat-sehat saja" berkata si Adi, yang melihat Ahmad berlari kearah dia, oh iya Adi adalah salah satu teman Ahmad yang dahulu sekelas waktu Di SMP, " sekarang tinggal dimana kamu di? apakah kamu tinggal diluar kota" Tanya Ahmad dengan penuh semangat, dan senang. "Oh aku sekarang tinggal dijakarta bersama paman ku, dan membantunya bekerja dipabrik rotinya" jawab Adi sambil menggambil sesuatu didalam tas gemboknya. "apa yang sedang kau lakukan di? sepertinya sibuk sekali dengan tas mu" Ahmad binggung sambil menggaruk kepalanya. " Oh ini dia, ini mad, saya bawa oleh-oleh roti dari pabrik" berkata Adi sambil memberikan Roti kepada Ahmad.
     Setelah Ahmad memakan roti pemberian si Adi, ahmad pun mengajak Adi kerumahnya, sesampainya dirumah Adi bertemu Ibunya Ahmad " Permisi bu, saya Adi temamnya Ahmad yang dulu, dan yang tinggal sebelah ruma ibu" berkata Adi sambil salim kepada ibunya Ahmad. " Oh, Adi yang disebalh rumah, sudah besar kamu sekarang, dulu sepertinya kau masih pendek" Berkata ibunya Ahmad sambil memegag kepalanya Adi, " Oh iya, ayo masuk kedalam ibu akan membuatkan minum " berkata sang ibu sambil menuntun Adi masuk kedalam rumah.
     Adi pun duduk bersama Ahmad, dan ibunya sedang kedapur sambil membuat air. "Terima kasih ya Mad, sudah ngundang aku kerumah kamu" kata si Adi sambil senderakn dibadan bangku yang empuk itu.
kemudian terdengar suara gelas jatuh didapur, tempat ibunya Ahmad sedang membuat minum, " Suara apa itu?" Adi terkejut  Aku tak tahu, ayo kita cek" sambil berlari Ahmad menarik tangan Adi. mereka berdua terkejut saat 2 gelas yang disiapkan sang ibu pecah tanpa sebab " Ibu, apa yang terjadi disini? " tanya Ahmad sambil membereskan gelas yang pecah dan kebingungan.
    " tidak apa-apa, ibu hanya kaget, kucing yang sedang berkelahi diluar" jawab sang ibu, sambil minum air.
"oh yasudah kalau begitu, kalian berdua bantu ibu membereskan kekacauan ini, takut ada yang tertusuk kaca" "siap bu" Jawab si Adi yang sedang membersihkan bekas pecahan kaca. 





Thanks yang sudah baca Novel yang sederhana ini.
Lanjutannya akan saya pos beberapa hari Lagi.
#Thanks sudah baca, see you again

2 comments:

  1. wkwkwk...bgus ren :v

    ReplyDelete
  2. Oke, Nanti Kalo ada kesempatan gw lanjutin, sama sekalian nyari inspirasi dari mana-mana dulu

    ReplyDelete